Daniel selalu menganggap kedai kopi lebih dari sekadar tempat bekerja mencari nafkah. Di sini ia menemukan keluarga kedua yang saling menguatkan di kala lelah dan merayakan setiap pencapaian bersama.
Enam tahun berkarya membentuk karakternya menjadi pribadi yang lebih sabar, peka terhadap kebutuhan rekan satu tim, dan selalu siap memberikan yang terbaik bagi siapa pun yang melangkah masuk ke pintu kedai.